Sastra Bali Modern Milik Siapa?
OnOleh IDG Windhu Sancayahttp://www.balipost.co.id/Judul Buku : Tonggak Baru Sastra Bali ModernPenulis : I Nyoman Darma PutraPenerbit : Pustaka Larasan, 2010Tebal : 212 halaman “Tonggak.
Read MoreBalinese culture, tradition, tourism and book
Oleh IDG Windhu Sancayahttp://www.balipost.co.id/Judul Buku : Tonggak Baru Sastra Bali ModernPenulis : I Nyoman Darma PutraPenerbit : Pustaka Larasan, 2010Tebal : 212 halaman “Tonggak.
Read MoreDari sekian banyak adegan dalam film “Eat Pray Love”, bagian yang menampilkan Ketut Liyer yang paling mengundang tawa serentak penonton Belanda. Yang membuat mereka.
Read MoreMedia Indonesia, Jumat, 22 Oktober 2010 03:56 WIB JAKARTA–MICOM: Wacana post-kolonial dalam Sastra Bali modern tidak hanya berisi kisah perang, darah, dan air mata.
Read MoreBagaimanakah wajah Kota Denpasar awal 1900-an? Ada apa sajakah di kota ini waktu itu? Dari mana jejak perangai kota ini bisa dilacak? Saya berysukur.
Read MoreLEBIH dari seabad lalu, tepatnya Juni-Juli 1895, Singaraja sudah kedatangan kelompok komedi stamboel dari Surabaya. Kehadiran stamboel atau teater musik Melayu di Singaraja.
Read MorePenampilan Sekaa Gong Semara Ratih Ubud memukau penonton dalam International Gamelan Festival Amsterdam (IGFA). Apresiasi penonton tampak dari tepuk tangan penuh semangat yang mereka.
Read MoreKETIKA mencari-cari buku-buku pelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah pada zaman kolonial Belanda di Bali, saya mendapatkan buku Balineesch Spelboekje (pelajaran aksara Bali) di Perpustakaan KITLV.
Read MoreJean Couteau, Contributor, Denpasar | Thu, 08/26/2010 9:21 AM | culture Am I prejudiced? This is the question I asked myself a few days.
Read MoreDiskusi topik Seabad Sastra Bali Modern dilaksanakan di Aula Fakultas Sastra Universitas Udayana, Kamis, 12 Agustus 2010. Saat itu juga diluncurkan buku edisi baru.
Read MoreFoto kulit buku menampilkan Made Pasek, seorang perintis lahirnya sastra Bali modern awal 1910-an. Pasek adalah seorang guru pada era kolonial. Dia pernah bertugas.
Read More